Followers

08 January 2013

Kisah si ibu, anak dan ranting pohon


Sebelum tidur, sempat klik-klik, buka folder yang lama tersimpan kat dalam laptop. Terbaca satu kisah.

Kisah  dari Jepun kuno.

Konon pada zaman dahulu, di Jepun ada semacam kebiasaan untuk membuang orang yang telah lanjut usia ke dalam hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya akan di bawa ke tengah hutan dan selanjutnya tidak diketahui lagi akan nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa ibunya yang sudah tua ke dalam hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Sepanjang perjalanan, si ibu telah mematahkan ranting-ranting kecil tanpa disedari oleh anaknya. Setelah sampai di tengah-tengah hutan, si anak menurunkan ibunya ini.

"Ibu, kita sudah sampai .." kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia begitu tega untuk meninggalkan ibunya yang sudah tua itu.

Si ibu, dengan renungan penuh kasih berkata pada anaknya:

"Nak, Ibu sangat mengasihi dan menyayangimu. Sejak kamu kecil, ibu memberikan sepenuhnya kasih sayang ibu dengan hati yang tulus ikhlas. Dan sampai saat dan detik ini pun kasih sayang ibu terhadap kamu tidak pernah berkurang walau sedikitpun.”

”Nak, ibu tidak ingin kamu sesat semasa pulang nanti dan mendapat celaka di tengah jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan untuk pulang dengan selamatnya ke rumah".
Apabila mendengar kata-kata ibunya itu, hancur luluhlah hati si anak. Dia lantas memeluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia kemudian membawa kembali ibunya pulang dan merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

Mungkin cerita di atas hanya dongeng. Tapi di zaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita di atas. Banyak ibu yang terabai dan diabaikan oleh si anak. Mungkin kerana kesibukan anak-anak dengan kerja masing-masing.  Mungkin juga kesibukan anak-anak dengan rumahtangga masing-masing (sibuk melayan isteri atau suami?). Makanya orang tua terpinggir dan hidup kesepian sehingga dijemput ajal.

Kiranya cerita di atas mampu membuka mata hati kita semua, untuk kita kembali mengasihi orang tua kita. Mengasihi dan menyayangi ibu dan ayah kita. Mereka perlukan perhatian yang lebih dari kita, di saat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha esa. Ingatlah jasa pengorbanan mereka, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang hingga kita berjaya seperti sekarang ini.

Andainya mereka tiada lagi, percayalah .. tak akan ada pengantinya akan kasih sayang mereka walaupun dicari di seluruh pelusuk dunia.

p/s – aku menyimpan kisah ini, kerana setiap kali aku bacanya, pasti airmata akan menitis ..  sedih dengan ketegaan si anak dan betapa hebatnya  kasih sayang seorang ibu.


lihat betapa teganya si anak  ..



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Search